Sabtu, 21 April 2012

Aku Benci dan Mencintaimu

Suara-suara yang tersamar dulu..
kenapa ia kembali..
aku ingin merayap ketepi..
tangan tangan menggerayangi..
menangkap setiap jejak yang terus ada tanpa henti..
mata mata berhenti dalam sebuah kubangan harapan..
kosong, membelenggu, tak pasti..
apa yang aku tahu bukan yang kumau..
sayap-sayap memutus, jatuh merayap..
hangus bersama angin semilir di tengah rimbun dedauan..
tanpa asa.. tanpa rasa, ataupun cinta..
Andai saja tak ada waktu itu..
saat ini tak akan terjadi..
andai saja tak ada engkau saat itu..
saat ini, perasaan ini juga tak akan terjadi..
dan andai saja kau tak seperti sekarang..
mungkin juga aku akan menghilang..
bersama dedaunan..
aku akan jatuh ketika ia menguning diatas dahan..
bersama angin..
aku terbang meninggi dengan semilir yang dingin..
bersama rasa..
aku hanyut dalam sebuah harapan hampa..
bersama air..
aku terbawa kemana ia mengalir..
namun bersamamu..
aku semakin kecanduan dan ingin selalu bersamamu..
dan bersama cinta ini..
sesungguhnya bukan engkau yang ku ingini..
dalam hatiku.. fikiranku.. perasaanku..
aku sangat mencintaimu.. juga membencimu..
***
Untuk seseorang yang jauh disana, kenapa dulu kita harus bertemu, kenapa engkau selalu ada dalam fikiranku, aku ingin kau pergi, tapi aku juga menginginkanmu kembali. aku ingin kau menjauh, tapi aku juga ingin kau berada dekatku dan dapat kusentuh. cinta ini bagai istana rasa yang semakin menguat, dan taukah engkau cinta.. engkaulah pondasi segala rapuhku.. yang menguatkan setiap langkahku..
Dariku yang selalu ingin mengertimu, dariku yang selalu begitu menyayangimu, dan dariku yang selalu belajar memahami hidupmu. adakah aku dalam hidupmu ? adakah aku dalam setiap sepimu, dan adakah aku disaat engkau membutuhkan sebuah topangan hati yang menguatkan. Andai saja engkau Mengerti.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar