Sabtu, 16 Juni 2012

5 Kisah Singkat Penuh Motivasi

1. Ada dua orang, bapak dan anaknya melihat sebuah mobil impor yang sangat mewah. Dengan nada yang tidak pantas si anak berkata kepada ayahnya.
"Orang yang duduk dalam mobil jenis ini, pastilah orang yang berpengetahuan sangat minim!" Ayahnya lalu menjawab secara sepintas lalu, "Orang yang mengucapkan kata-kata semacam ini, dalam sakunya pasti tidak ada duit!"
Bagaimana pandangan anda mengenai masalah ini, apakah juga mencerminkan sikap sebennarnya dalam hati anda?

2. Setelah makan malam, seorang ibu dan putrinya bersama-sama mencuci mangkuk dan piring, sedangkan ayah dan putranya menonton TV di ruang tamu. Mendadak, dari arah dapur terdengar suara piring yang pecah, kemudian sunyi senyap. Si putra memandang ke arah ayahnya dan berkata, "Pasti ibu yang memecahkan piring itu." "Bagaimana kamu tau?" kata si ayah. "Karena tak terdengar suara dia memarahi orang lain." Kita semua sudah terbiasa menggunakan standart yang berbeda melihat orang lain dan memandang diri sendiri, sehingga seringkali kita menuntut orang lain dengan serius, tetapi memperlakukan diri sendiri dengan penuh toleran.

3. Ada dua grup pariwisata yang pergi bertamasya ke pulau Yi Do di Jepang. Kondisi jalanannya sangat buruk, sepanjang jalan terdapat banyak lubang.
Salah satu pemandu berulang-ulang mengatakan keadaan jalannya persis seperti orang yang jerawatan.
Sedangkan pemandu yang satunya lagi berbicara kepada para turisnya dengan nada puitis, "Yang kita lalui sekarang ini adalah jalan protokol ternama di Yi Do yang bernama jalan berdekik yang mempesona." Walaupun keadaannya sama, namun pikiran yang berbeda akan menimbulkan sikap yang berbeda pula. Pikiran adalah suatu hal yang sangat menakjubkan, bagaimana berpikir, keputusannya berada di tangan anda.

4. Murid kelas 3 SD yang sama, mereka memiliki cita-cita yang sama pula yaitu menjadi badut. Guru dari Tiongkok pasti mencela, "Tidak mempunyai cita-cita yang luhur, anak yang tidak bisa dibina!"
Sedangkan guru dari barat akan bilang, "Semoga anda membawakan keceriaan bagi seluruh dunia!" Kita sebagai angkatan tua, bukan hanya lebh banyak menuntut daripada memberi semangat, malahan sering membatasi definisi keberhasilan dengan arti yang sempit.

5. Istri sedang memasak di dapur. Suami yang berada di sampingnya mengoceh tak berkesudahan, "Pelan sedikit, hati-hati! Apinya terlalu besar. Ikannya cepat dibalik, minyaknya terlalu banyak!"
Istrinya secara spontan menjawab, "Saya mengerti bagaimana cara memasak sayur." Suaminya dengan senang menjawab, "Saya hanya ingin dirimu mengerti bagaimana perasaan saya saat saya mengemudikan mobil, engkau yang berada disamping mengoceh tak ada hentinya." Belajar memberi kelonggaran kepada orang lain itu tidak sulit, asalkan anda mau dengan serius berdiri di sudut dan pandangan orang lain melihat suatu masalah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar