Rabu, 30 Mei 2012

Hidup Adalah Perjuangan

Seorang anak mengeluh pada ayahnya: “aku cape, sangat cape. Aku belajar mati-matian sedang temanku dgn enaknya menyontek. Aku mau menyontek sajalah!, Aku cape karena harus terus membantu ibu, sedang teman-temanku punya pembantu. Aku cape karen harus menabung, sedang teman-temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung.
Aku cape karena harus menjaga lidahku, sedang teman-temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati. Aku cape ayah, cape menahan diri, Mereka terlihat senang! Aku ingin bersikap seperti mereka ayah!”, sang anak mulai menangis.

Sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya: “nak, ayo ikut ayah.”
Mereka menyusuri jalan yang jelek, penuh duri, serangga, lumpur, dan ilalang.
“Yah, kita mau kemana? Aku tidak suka jalan ini. Lihat sepatuku jadi kotor, kaki ku luka karena tertusuk duri. Badanku dikelilingi oleh serangga, berjalan pun susah karena banyak ilalang, Aku benci jalan ini ayah!” anaknya terus mengeluh.

Akhirnya mereka sampai di sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada byk kupu-kupu, bunga-bunga yang cantik serta pepohonan rindang.
“Wah… Tempat apa ini ayah? Aku suka sekali dgn tempat ini!”
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah.”
“Anakku, taukah kau mengapa di sini begitu sepi padahal amat indah?”
“Itu karena tidak banyak org yg mau menyusuri jalan yg jelek itu, padahal mereka tau ada telaga di sini. Mereka hanya kurang sabar dalam menyusuri jalan ini.
Nak, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kejujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita dapat peroleh kemenangan.”
---

Hidup adalah perjuangan untuk mengendalikan dan mengalahkan diri. Jalani hidup ini dengan penuh kesabaran serta syukur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar