Rabu, 30 Mei 2012

cerpen : Sahabat Sejati

Dua orang sahabat karib sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.
Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?”
Temannya sambil tersenyum menjawab, “Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin.”

>>Dari kisah di atas, kita bisa lihat betapa berharganya seorang sahabat.. Dia selau ada di saat kita senang maupun sedih,, di saat kita di atas atau pun di bawah.. di saat semua orang memandangmu sebelah mata,dia selalu bangga denganmu,,, Dia selalu ada…
Terkadang Sahabat ada ketika kamu terpuruk dan menjauhimu disaat kamu bahagia,,
Itu karena, Dia terlalu menyayangimu.. Tp, ketahuilah dia tidak akan meninggalkanmu,,
Bersyukurlah kalian bila mempunyai sahabat sejati…

Sahabat Sejati tak akan pernah terganti… <<

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar